Morfologi, Pengertian, Ruang Lingkup, Klasifikasi, dan Proses Morfemis

Morfologi, Pengertian, Ruang Lingkup, Klasifikasi, dan Proses Morfemis
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

 A.    Pengertian Morfologi

Morfologi adalah ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantik. Ada juga yang mengatakan bahwa morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya, bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata yakni morfem.
Sehingga kami simpulkan, bahwa morfologi adalah bidang linguistik, ilmu bahasa, atau bagian dari tatabahasa yang mempelajari morfem dan kata beserta fungsi perubahan-perubahan gramatikal dan semantiknya.

B.     Ruang Lingkup Morfologi

Ruang lingkup Morfologi ada 3:

1)      Morfem

Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyaimakna. Dan menurut Kridalaksana: Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang maknanya secara relatif stabil dan yang tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil; misalnya (ter-), (di-), (pensil). Sehingga kami simpulkan morfem tidak lain adalah satuan bahasa terkecil yang bermakna, yang dapat berupa imbuhan atau pun kata.

2)      Morf

Morf adalah Nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya.Sedangkan menurut Kridalaksana: Morf adalah anggota morfem yang belum ditentukan distribusinya. Misalnya/i/ pada kata kenai.

3)      Alomorf

Bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama dan sudah diketahui status morfemnya atau sudah diketahui.

C.    Klasifikasi Morfem

Morfem-morfem dalam setiap bahasa dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Antara lain berdasarkan kebebasannya, keutuhannya, maknanya, dan sebagainya. Berikut ini akan dibicarakan secara singkat.

1.      Morfem Bebas dan Morfem Terikat

Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam penuturan, misalnya bentuk kata rumah, bagus. Pada buku علم اللغة العام Morfem bebas adalah:
هو الذي يمكن أن يأ تي مستقلّا مثل الضاد و الراء والباء في الفعل : ضربت
Sedangkan morfom terikat adalah morfom yang tidak muncul dalam penuturan tanpa adanya morfom lain, misalnya bentuk kata kerontang yang hanya bisa digunakan jika diimbuhi kata kering menjadi kering kerontang. Dakam buku علم اللغة العام Morfem terikat adalah:
هو الذي لا يأ تي مستقلاّ بنفسه, وإنّما يستعمل دائما مع غيرهو مثل : التاء ء في قولك : ضربت

2.      Morfem Utuh dan Morfem Terbagi

Perbedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut, apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terbagi. Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. Kata kesatuan mempunyai satu morfem utuh yakni satu, dan satu morfem terbagi ke-an

3.      Morfem Segmental dan Morfem Suprasegmental

Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental, misalnya morfem lihat, -lah, sikat, dan ber-. Jadi semua yang berwujud bunyi adalah morfem segmental. Sedangkan morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsure-unsur suprasegmental. Misalnya, tekanan, nada, durasi, dan sebagainya.

4.      Morfem Beralomorf Zero

Morfem beralomorf zero, yaitu morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi melainkan berupa kekosongan. Contohnya pada kata bahasa inggris hit dalam bentuk kini (present) dan lampau (past) tetap berbentuk hit

5.      Morfem Bermakna Lesikal dan Morfem Tidak Bermakna Leksikal

Morfem bermakna leksikal adalah morfem-morfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri. Sedangkan morfem tidak bermakna leksikal, tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri.

D.    Pengertian Kata

Kata adalah satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas; satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misalnya: batu, rumah, datang, dan sebagainya), atau gabungan morfem (misalnya: pejuang, mengikuti, pancasila, mahakuasa, dan sebagainya).

E.     Klasifikasi Kata

1.      Kata benda (nomina)

Kata benda (nomina) adalah kata yang dapat berdistribusi dibelakang kata bukan. Jadi, kata-kata seperti buku, pensil, dan nenek adalah termasuk nomina.

2.      Kata kerja (verba)

Kata kerja (verba) adalah kata yang berdistribusi dibelakang kata tidak. Jadi, kata-kata seperti makan, minum, lari adalah termasuk kelas verba.

3.      Kata sifat (adjektiva)

Kata sifat (adjektiva) adalah kata-kata yang dapat berdistribusi dibelakang kata sangat. Jadi, kata-kata seperti merah, nakal, cantik adalah termasuk adjektifa.

4.      Kata bilangan (numeralia)

Kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya maujud. Misalnya lima hari, orang ketiga. Berarti yang menjadi Numeralianya adalah lima, dan ketiga

5.      Kata ganti (pronomina)

Nomina perawat diacu dengan pronomina dia bentuk –Nya pada meja kakinya empat, mengacu ke kata meja. Jika dilihat dari segi fungsinya dapat dikatakan bahwa pronomina menduduki posisi yang umumnya diduduki oleh nomina seperti subjek, objek, dan dalam macam kalimat tertentu, juga predikat. Jadi kami simpulkan bahwa pronomina adalah kata ganti.

F.     Proses Morfemis

Proses-proses morfemis meliputi afiksasi, reduplikasi, komposisi, dan juga sedikit tentang konversi dan modifikasi intern. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dibawah ini.

1.      Afiksasi

Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah dasar atau bentuk dasar. Afiksasi dapat bersifat inflektif dan dapat pula bersifat derivatif.
Afiks adalah sebuah bentuk, biasanya berupa morfem terikat yang diimbuhkan pada sebuh dasar dalam proses pembentukan kata. Ada dua jenis afiks yaitu afiks inflektif dan afiks derivatif. Yang dimaksud dengan afiks inflektif adalah afiks yang digunakan dalam pembentukan kata-kata inflektif. Sedangkan, afiks derivatif prefiks me-membentuk kata baru, yaitu identitas leksikalnya tidak sama dengan bentuk dasarnya.

2.      Reduplikasi

Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar, baik secara keseluruhan, secara sebagian, maupun dengan perubahan bunyi. Proses reduplikasi dapat bersifat paradigmatis dan bersifat derivasional. Reduplikasi yang bersifat paradiagmatis tidak mengubah identitas leksikal (hanya memberi makna gramatikal). Sedangkan yang bersifat derivasional membentuk kata baru atau kata yang identitas leksikalnya berbeda dengan bentuk dasarnya.

3.      Komposisi

Komposisi adalah hasil dan proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar baik yang bebas maupun yang terikat, sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang berbeda, atau yang baru. Komposisi terdapat dalam banyak bahasa. Misalnya, lalu lintas, daya juang, dan rumah sakit dalam Indonesia; akhirulkalam, malaikat maut, hajarulaswad dalam bahasa Arab, dan black board, blue bird, dan green house dalam bahasa Inggris.

4.      Konversi, Modifikasi Internal, dan Suplesi

Konversi sering juga disebut dirivasi zero, transmutasi, dan transpasisi, adalah proses pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain tanpa perubahan unsur segmental, umpamanya kata drink dalam bahasa Inggrisnya adalah nomina seperti dalam kalimat have a drink, tetapi dapat diubah menjadi sebuah verba, drink, tanpa perubahan apa-apa, seperti dalam kalimat if you’r thirsty, you must drink.
Modifikasi internal (sering juga penambahan internal atau perubahan internal) adalah proses pembentukan kata dengan penambahan unsur-unsur (yang biasanya berupa vokal) ke dalam morfem yang berkerangka tetap (yang biasanya berupa konsonan).
Sedangkan dalam proses suplesi perubahannya sangat ektrem karena ciri-ciri bentuk dasar tidak atau hampir tidak tampak lagi. Boleh dikatakan bentuk dasar itu berubah total. Misalnya, bentuk kata lampau dari kata inggris go yang menjadi went .

5.      Pemendekan

Pemendekan kata adalah proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat, tetapi maknanya tetap sama dengan makna bentuk utuhnya. Misalnya; bentuk lab (utuhnya laboratorium), hlm (halaman), L (utuhnya liter), hankam (utuhnya pertahanan dan keamanan).

6.      Produktivitas Proses Morfemis

Produktivitas dalam proses morfemis ini adalah dapat tidaknya proses pembentukan kata itu, terutama afiksasi, dan reduplikasi, dan komposisi, digunakan berulang-ulang yang secara relatif tidak terbatas, artinya ada kemungkinan menambah bentuk baru dengan proses tersebut.

G.    Pengertian Morfofonemik

Morfofonemik disebut juga morfonemik, morfofonologi, atau morfonologi, atau peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis. Misalnya, dalam proses afiksasi bahasa Indonesia dengan prefiks me- akan terlihat bahwa prefiks me- itu akan berubah atau memiliki cabang menjadi mem-, men-, meny-, meng-, menge-, dengan menyesuaikan bentuk dasarnya. 
Perubahan fonem dalam proses morfofonemik ini dapat berwujud:        
1)      Pemunculan fonem. Contohnya: pengimbuhan prefiks me-  dalam bentuk dasar baca yang menjadi membaca dimana muncul konsonan sengau m.
2)      Pelesapan fonem. Contohnya: pengimbuhan akhiran wan dalam bentuk dasar sejarah  yang menjadi sejarawan dimana fonem h pada itu menjadi hilang.
3)      Peluluhan fonem. Contohmya: pengimbuhan dengan prefiks me- pada kata sikat yang menjadi menyikat dimana fonem s itu diluluhkan dan disenyawakan dengan bunyi nasal ny dari prefiks tersebut.
4)      Perubahan fonem. Contohnya: pengimbuhan prefiks ber- pada kata ajar menjadi belajar dimana fonem r dari prefiks itu berubah menjadi fonem l.
5)      Pergeseran fonem. Pergeseran fonem adalah pindahnya sebuah fonem dari silabel yang satu ke silabel yang lain, biasanya ke silabel berikutnya. Contohnya: pengimbuhan sufiks an pada kata jawab dimana fonem b yang semula berada pada silabel /wab/ pindah ke silabel /ban/. 

Daftar Pustaka :

Chaer, Abdul. 2007.Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Chaer,Abdul. 2014.Linguistik Umum. Jakarta:Rineka Cipta
Abdullah,Alek. 2012.Linguistik Umum.Erlangga
Kridalaksana,Harimurti. 1993. Kamus Linguistik edisi ke-3. Jakarta: GramediaPustakaUmum
Ramlan.198. SintaksisIlmuBahasa Indonesia.Jogjakarta: C.V. Karyono
دون الكاتب. 2001. المدينة: جامعة المدينة العالمية


Ditulis Oleh : Nurul Khusna Khofiya Nida
                        Muhammad Maza Zuha 

Backlink Bahasa

Dapatkan Artikel Menarik Setiap Harinya!

  • Info menarik seputar Life, Sains, dan Sejarah.

0 Response to "Morfologi, Pengertian, Ruang Lingkup, Klasifikasi, dan Proses Morfemis"

Post a Comment

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.