Harus Tahu Apa Itu Sintaksis dan Fungsinya

Harus Tahu Apa Itu Sintaksis dan Fungsinya

  1. Pengertian Sintaksis
            Menurut Kridalaksana, sintaksis adalah subsistem tata bahasa mencakup kata dan satuan-satuan yang lebih besar dari kata serta hubungan antara satuan itu. Menurut Chaer, sintaksis adalah subsistem kebahasaan yang membicarakan penataan dan pengaturan kata-kata tersebut kedalam satuan-satuan yang lebih besar, yang disebut satuan sintaksis, yakni kata, farsa,klausa, kalimat, dan wacana. Adapun menurut Ahmad, sintaksis mempersoalkan antara kata dan satuan-satuan yang  lebih besar, membetuk suatu konstruksi yang disebut kalimat. Senada dengan itu, Syamsuddin mengungkapkan bahwa sintaksis atau ilmu tata bahasa ata dalam bahasa arab juga disebut ilmu nahwu menguraikan hubungan antar unsur bahasa untuk membentuk sebuah kalimat. [1]

            Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sintaksis adalah ilmu kajian lingusitik yang mempelajari tentang tata bahasa diantaranya adalah struktur frasa, klausa dan kalimat.

            Dalam hal ini, sintaksis berusaha menjelaskan hubungan fungsional antara unsu-unsur dalam satuan sintaksis yang tersusun bersama dalam wujud frasa, klausa, kalimat dan wacana. Hubungan fungsional  di sini berarti hubungan saling ketergantungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. setiap unsur dalam sintaksis dipahami berdasarkan fungsinya dalam sistem. Fungsi sauatu satuan sintaksis akan tampak apabila satuan itu muncul dalam suatu susunan. ,misalnya susunan kata dalam frasa, susunan frasa dalam klausa, susunan klausa dalam kalimat, dan usunan kalimat dalam wacana. Satuan bahasa ini disebut sintaksis.

            Secara hierarki, kata merupakan satuan terkecil yang dikaji dalam sintaksis, sedangkan wacana merupakan satuan terbesar. Artinya, dalam sebuah konstruksi tedapat hubungan fungsi antarkata dalam frasa, hubungan fungsi antarkata/frasa dalam klausa, hubungan antarkata/frasa dalam kalimat, hubungan fungsi antarklausa dalam kalimat, dan hubungan fungsi antar kalimat dalam wacana.
  • Struktur Sintaksis
Secara umum struktur sintaksis terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Contohnya, nenek melirik kakek tadi pagi. Nenek adalah subjek, melirik adalah predikat, kakek adalah objek, dan tadi pagi adalah keterangan.
  • Alat Sintaksis
Berkaitan dengan hubungan dalam satuan sintaksis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut.
  1. Urutan Kata
Urutan kata adalah letak kata dalam konstruksi sintaksis. Kalau dalam bahasa Indonesia urutan kata iu sangat penting, meskipun sampai tahap tertentu urutan itu dapat diubah. Urutan kata itu dapat dipertukarkan tanpa mengubah makna gramatikal kalimat tersebut. Misalnya, dalam kalimat Nenek melirik kakek, kata melirik diganti menjadi dilirik, sehingga menjadi Nenek diirik kakek, maka makna kalimat tersebut menjadi berbeda. Kalau dalam bentuk melirik yang melakukan perbuatan adalah nenek, maka dalam bentuk dilirik yang melakukn adalah kakek. Maknanya akan berbeda pula kalau bntuk kata dilirik diganti menjadi terlirik, sehingga menjadi Nenek terlirik (oleh) kakek. Meskipun makna gramatikalnya tetap sama, yaitu yang melakukan perbuatan itu adalah kakek, tetapi perbuatan itu dilkukn tidak dengan sengaja. [2]
  • Kelekatan Unsur-ubnsur untuk Membentuk Konstruksi
Perhatikan kelekatan unsur-unsur dalam kalimat berikut,
  1. (Anak itu)  (sedang makan) (nasi  goreng)
Masing-masing unsur dalam kalimat tersebut membentuk konstruksi.
  • (Anak) (itu sedang) (makan nasi) (goreng)
Unsur-unsur dalam kalimat tersebut tidak membentuk konstruksi.
  • Intonasi           
Intonasi berkaitan dengan penggunaan bahasa pada ragam lisan. Dalam bahas Indonesia, intonasi termasuk aspek penting karena makna suatu satuan bahasa sangat bergantung pada pola intonasi. Chaer menyebutkan bahwa perbedaan modus kalimat dalam bahasa Indonesia tampaknya lebih ditentukan oleh intonasinya daripada unsur segmentalnya.  Kalimat bisa saja memiliki unsur segmental sama, tetapi maknanya menjadi berbeda karena faktor intonasi.[3]

Misalnya, kalimat Nenek melirik kakek dengan intonasi deklaratif (dalam bahasa tulis ditandai dengan tanda titik), dengan intonsai interogratif menjadi kalimat interogratif (dalam bahasa tulis ditandai dengan tnda tanya), dan bila diberi intonasi interjektif menjadi kalimat bermodus interjektif (dalam bahasa tulis ditandai dengan tanda seru).
  • Fungtor (Operator)
Fungtor berfungsi untuk menghubungkan suatu konstituendengan konstituen yang lain. dapat berupa preposisi atau konjungsi. Penggunaan fungtor berpengaruh pada makna. Contoh;
  1. Ia tidak datang karena tidak diundang.
  2. Ia tidak datang  jika tidak diundang.
Penggunaan konjungsi karena pada kalimat (a) menyatakan hubungan alas an, sedangkan penggunan konjungsi jika pada kalimat (b) menyatakan hubungan syarat. Ini mneujukkan bahwa penggunaan konjungsi berpengaruh pada makna.
  • Fungsi Sintaksis
            Fungsi “induk” dalam klausa itu memang predikat. Predikat itu biasanya berupa verbal artinya, secara kategorial predikat itu berupa verba.

Verba itu mengungkapkan suatu keadaan, kejadian, atau kegiatan.  Dalam keadaan, kejadian atau kegiatan itu biasanya terlibatlah orang atau benda, satu atau lebih dalam contoh (1) sampai dengan (4) tadi, malah tiga(yaitu, apa yang diacu oleh konstituen ayah, beras ketan, dan saya). Orang atau benda tersebut dapat dijuluki “Pesera-Peserta” dalam keadaan atau kejadian yang diungkapkan oleh verba ditempat Prediket, dan Peserta itu berupa nominal (sekali lagi. Ayah, beras ketan, dan saya dalam contoh (1)-(4) ).

Jumlah peserta tergantung dari jenis verba ditempat Predikat.  Amatilah contoh (5)-(8) ((7) sama dengan (2) tadi, dan (8) sama dengan (4)) :
(5) Ibu Pergi.
(6) Adik saya membangun tumah.
(7) Ayah membelikan saya beras ketan.
(8) Saya dibelikan beras ketan oleh ayah.

            Verba pergi disertai satu peserta saja, verba membangun ber- Peserta dua, dan membelikan ber-Peserta tiga. Verba-verba dapat digolong-golongkan  menurut kemungkinan adanya satu, dua, atau tiga Peserta nominal itu, dengan istilah “valensi” pergi bervalensi satu, membangun bervalensi dua, dan membelikan bervalensi tiga.

Peserta-peserta itu disebut “Argument”. Argument itu secara fungsional ada dua jenis: “Subjek” dan “Ojek”. Subjek adalah apa yang melakukan hal-hal yang diartikan oleh verba. Jadi, dalam (5)-(8) itu subjeknya adalah ibu, adik, ayah dan saya masing-masing.
            Objek adalah pihak yang mengalami tindakan yang diartikan oleh Verba bervaliensi dua: misalnya, rumah dalam (60, dan baik saya maupun beras ketan  dalam (7). Contoh (7) menunjukkan adanya kemungkinan adanya  dua Objek:  saya dan beras ketan.

Bagaimana dengan konstituen yang belum diberi nama, seperti oleh ayah dalam (8) dan untuk saya dalam (3) tadi ? konstituen tersebut bukan Argumen melainkan konstituen “Perifel” sesuatu tambahan demi lengkapnya informasi didalam klausa. Periferal-periferal ada yang bermacam-macam: ada yang preposisional, seperti oleh ayah dan untuk saya tadi, dan yang seperti ini tidak jauh status sintaksisnya dari Argumen: ada juga konstituen periferal yang namanya :Keterangan” Contohnya adalah kelengkapan informasi seperti apa yang menentukan waktu (kemarin, nanti, besok) atau tempat (disisni, di jakarta) atau modus (barangkali, tidak, pasti) dan lain sebagainya. Pendek kata: Fungsi sintaksis adalah konstituen yang “formal” berlaka tidak terikat pada unsur sistematis tertentu (asalkan menjadi salah satu Peserta dari Verba), tidak terikat juga pada unsur kategorial tertentu (asalkan nominal, bermarkah dengan preposisi atau bentuk kasus, atau tanpa pemarkahan tersebut).[4]

[1] Miftahul Khairah dan Sakura Rdwan, Sintaksis (Mwmahami Satuan Kalimat Prespektif Fungsi),  Jakarta ; Bumi Aksara, 2014, hlm. 9, 10
[2] Abdul Chaer, Linguistik Umum, Jakarta; PT Rineka Cipta, 2014, hlm. 215
[3] Opcit, Miftahul, Sintaksis, hlm. 14, 15
[4] W.M. Verhaar, Asas-Asas Linguistik Umum, Yogyakarta, Gadjah Mada University press, 1996 hal. 165-167

Bahasa

Dapatkan Artikel Menarik Setiap Harinya!

  • Info menarik seputar Life, Sains, dan Sejarah.

0 Response to "Harus Tahu Apa Itu Sintaksis dan Fungsinya"

Post a Comment

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.