Frasa - Klausa, Pengertian, Contoh dan Macam-Macamnya

Frasa - Klausa, Pengertian, Contoh dan Macam-Macamnya

  1. FRASE

Dalam sejarah studi linguistik istilah frase banyak digunakan dengan pengertian yang berbeda beda. Disini istilah frase digunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada dibawah satuan klausa, atau satu tingkat berada di atas satuan kata.

  • Pengertian frase

Frase lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat non predikat atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Contohnya : belum makan, Tanah tinggi, kamar mandi, bukan sepeda
Unsur frase tidak dapat dipindahkan “sendirian”. Jika ingin dipindahkan, maka harus dipindahkan secara keseluruhan sebagai satu kesatuan.

  • Jenis frase

Dalam pembicaraan tentang frase biasanya dibedakan adanya frase eksosentrik, endosentrik, frase koordinatif dan frase apositif.

  • Frase eksosentrik

Frase yang komponen komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Misalnya frase di pasar, yang terdiri dari komponen di dan komponen pasar. Secara keseluruhan frase ini dapat mengisi fungsi keterangan.

  • Frase endosentrik

Frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya artinya salah satu komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keseluruhannya. Misalnya sedang membaca komponen keduanya membaca dapat menggantikan kedudukan frase tersebut.

  • Frase koordinatif

Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau, tetapi maupun konjungsi terbagi seperti baik...baik, makin...makin, baik...maupun..., frase koordinatif ini mempunyai kategori sesuai dengan kategori komponen pembentuknya. Misalnya sehat dan kuat, buruh atau majikan, makin terang makin baik, dan dari, oleh, dan untuk rakyat.

  • Frase apositif

Frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya dan oleh karena itu urutan komponennya dapat di pertukarkan.

  • Perluasan frase

Salah satu ciri frase adalah dapat diperluas. Maksudnnya dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan. Umpamanya, frase di kamar tidur dapat diperluas dengan diberi komponen baru, misalnya berupa kata saya, ayah atau belakang. Sehingga menjadi kamar mandi saya, di kamar tidur ayah,dan dikamar tidur belakang.

  1. KLAUSA

Merupakan tataran didalam sitaksis yang berada diatas tataran frase dan dibawah tataran kalimat.

  • Pengertian klausa

Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata kata berkontruksi predikatif. Artinya, didalam kontruksi itu ada komponen, berupa kata atau frase, yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek dan sebagai keterangan.
Contoh : nenek mandi,
Klausa berpotensi untuk menjadi kalimat tunggal karena didalamnya sudah ada fungsi sintaksis wajib, yaitu subjek dan predikat. Dalam pembahasan klausa fungsi fungsi dibicarakan sebagai sesuatu yang bermakna,yang berfungsi. Begitulah subjek biasanya dikatakan sebagai sesuatu yang menjadi pokok, dasar, atau hal, yang ingin dinyatakan oleh pembicara atau penulis. Sedangkan predikat adalah pernyataan mengenai subjek itu.

  • Jenis klausa

Jenis klausa dapat dibedakan berdasarkan strukturnya dan berdasarkan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Berdasarkan strukturnya dapat dibedakan adanya klausa bebas dan klausa terikat. Yang dimaksud klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur unsur lengkap, sekurang kurangnya mempunyai subjek dan predikat. Umpamanya nenekku masih cantik, kakekku gagah berani.
Berbeda dengan klausa bebas yang mempunyai struktur lengkap, maka klausa terikat memiliki struktur yang tidak lengkap. Unsur yang ada dalam klausa ini mungkin hanya objek saja, mungkin hanya subjek saja atau juga hanya keterangan saja. Umpamanya, tadi pagi, ketika kami sedang belajar, kalo diizinkan oleh ibu. Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya dapat dibedakan adanya klausa verbal, klausa nominal, klausa ajektifal, klausa adverbal, dan klausa proporsional. Klausa yang predikatnya bukan verbal lazim juga disebut klausa nonverbal.[1]

[1] Abdul, chaer. Linguistik umum. 2014. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. Hlm.222-239
Bahasa

Dapatkan Artikel Menarik Setiap Harinya!

  • Info menarik seputar Life, Sains, dan Sejarah.

2 Responses to "Frasa - Klausa, Pengertian, Contoh dan Macam-Macamnya"

  1. Baru sadar, ternyata ini pelajaran Bahasa Indonesia SMA/SMK. Ini bermanfaat, kadang yg sudah lulus SMA/SMK juga perlu mempelajari lagi. Ya takutnya aja sudah lupa. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Bermanfaat sekali blog pendidikan yang membahas seputar bahasa, terlebih untuk pelajar menengah seperti SMP sederajat maupun SMA sederajat, secara tidak langsung admin ikut andil dalam memperkuat pendidikan di indonesia khususnya.

    ReplyDelete
Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.