Tokoh Cendekiawan Islam Andalusia Spanyol Yang Harus kamu Tahu

Tokoh Cendekiawan Islam Andalusia Spanyol Yang Harus kamu Tahu

Gambar oleh Jörg Peter dari Pixabay


Andalusia pernah menjadi negara Islam yang Superpower. Andalusia adalah sebuah daerah yang kini menjadi salah satu wilayah negara Spanyol. Pada saat itu Andalusia masih bersifat kerajaan Islam. Dibawah supremasi Islam, Andalusia berkembang sangat pesat dan mengawali peradaban modern selanjutnya. Perkembangan mencakup sektor Ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan arsitektur. 

Kemajuan yang telah di capai oleh pendahulu kita, seharusnya bisa dijadikan pembelajaran agar islam bisa kembali lagi menunjukkan supremasinya. Langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan mengenal tokoh cendekiawan islam. Tak kenal maka tak sayang, jika sudah sayang tentu kita akan mengikuti jejak langkah mereka.


Berikut ApaYang.Site rangkumkan 4 Tokoh Cendekiawan Islam Andalusia Spanyol

  • Abu Qasim az-Zahrawi (936-1013)

Nama lengkapnya adalah Abu al-Qasim Khalaf ibnul-Abbas az-Zahrawi atau dalam lidah orang barat menyebutnya dengan Abulcasis. Az-Zahrawi lahir di daerah az-Zahra, sebelah utara Cordova, ibukota Andalusia. Az-Zahrawi merupakan tokoh cendekiawan dengan bakat multitalenta yang luar biasa di awal zaman keemasan dunia Islam, khususnya di Andalusia. Dia adalah seorang dokter ahli bedah atau dalam istilah medis modern adalah (surgeon).  Berkat keahliannya dan inovasinya di bidang bedah, ia diberi gelar “ The Father Of Surgery ” atau dalam bahasa Indonesia Bapak Ilmu Bedah.


Keahlian dan inovasinya pun terbukti dengan banyaknya buku yang telah Ia tulissalah satu buku yang pernah Ia tulis adalah buku yang berjudul at-Tasrif  (Metode Pengobatan    the Methode of Medicine),  sebuah buku ensiklopedia kedokteran yang terdiri dari dari 30 jilid yang diuraikan secara sangat rinci dengan melukiskan lebih dari 200 gambar, yang antara lain membahas tentang penekan lidah (spatula), ekstraktor  (pencabut) gigi, hingga kateter, bahkan peralatn obstetric (kandungan). Penemuan yang sangat besar dan autentik yang belum pernah dicapai oleh dokter – dokter sebelumnya. 


Buku karya az-Zahrawi tersebut juga membahas dan menjelaskan permasalah tentang pengobatan, ortopedi, mata, farmakologi, nutrisi dan banyak lainnya. Dalam buku inilah ia mencurahkan seluruh pengetahuan dan pengalamannya selama 50 tahun di bidang kedokteran. Karyanya ini digadang – gadang sebagai masterpiece dari pemikirannya dan menjadi buku rujukan dibidang kedokteran. Terbukti dengan diterjemahkannya buku ini kedalam bahasa latin dengan judul Chirugia ( Ilmu Bedah).


  • Ibnu Tufail (1105 – 1185)

Lahir di daerah Guardix (sebuah kota kecil di Granada Andalusia) dengan nama lengkap  Abu Bakar muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Tufail al-Qaisi al-Andalusi; dikenal dengan nama Abubacer Aben Tofail oleh orang – orang barat. Aben Tofail dikenal  dikenal sebagai seorang ahli medis, filsafat hukum dan politikus. Ia juga pernah dilantik sebagai pembantu gubernur di wilayah Sabtah dan Tonjah Maghribi. Berkat keahliannya di bidang pengobatan menjadikannya sebagai dokter pribadi di Pemerintah al-muwahidin, Yakni Abu Ya’kub Yusuf.



Ibnu tufail kecil dibesarkan dalam keluarga yang sangat besar perhatiannya terhadap ilmu pengetahuan dan rela melakukan perjalanan jauh  untuk menimba ilmu dari berbagai guru dan para Muallim. Setiap pulang dari menimba ilmu, orang tuanya selalu meminta untuk bercerita tentang pengalaman dan perjalanannya dalam menimba ilmu di beberapa tempat.


Dengan latar belakang pendidikan keluarga serta pengalamannya inilah yang mengantarkannya sebagai orang pertama yang mengungkapkan filsafatnya dalam bentuk novel, dan novel tersebut di beri judul Hayy Ibn Yaqdhan ( Telah Hidup Anak Kesadaran / Alive, Son Of Awake). Dan di dunia barat dikenal dengan sebutan Philosophus Autodidactus. Novelnya ini telah diterjemahkan kedalam bahasa latin oleh Edward Pococke (1671) dan diterjemahkan kedalam bahasa Inggris oleh Simon Ockley dan diterbitkan pada tahun 1708.

  • Ibnul ‘Arabi (1165 – 1240)

Ibnul ‘Arabi lahir di kota Murcia, yang merupakan Ibukota Andalusia Timur. Lahir dengan nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad Ibnul ‘Arabi al-Hasimi.  Ia mendapatkan gelar kehormatan dengan sebutan Syaikhul Akbar (the Greatest Master). Ibnul  ‘Arabi juga  dikenal dengan panggilan Ibnu ‘Arabial=Muhyiddin.


Hidup secara zuhud dan pemahaman agama yang mendalam sudah di perkenalkannya sejak masih kecil. Ia pun melatih dirinya dalam keheningan batin, mengembara dan beruzlah untuk mempertajam intuisinya yang membuahkan cinta (mahabbah). Ia bahkan sudah hafal al-Quran ketika umur 10 tahun. Berawal dari situlah ia mendapatkan banyak pengetahuan untuk menyusun kitab Tafsir Quran, dan diberi judul Tafsir al-Kabir yang terdiri dari 90 jilid, beserta sebuah ensiklopedia yang menjelaskan tafsir sufistik, yaitu Futuhatul Makkiyah sebanyak 8 jilid dan Futuhatul Madaniyah.


Ibnul ‘Arabi dikenal sebagai tokoh Filsafat dan Sufisme Islam. Ungkapan Ibnul ‘Arabi yang  yang paling fenomenal dan terkenang adalah “ Huwa La Huwa ( He is, not what He is) yang di adopsi oleh seorang Rabi Yahudi Maimunedes dengan ungkapan yang sama bahwa Tuhan tidak dapat dikategorikan kedalam bentuk apapun, yang di artikan bahwa Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, I am That I am.

  • Ibnu Bajjah (1082-1138)

Ibnu Bajjah lahir di saragosa, mempunyai nama lengkap Abu-Bakr Muhammad bin Yahya ibnus-Sayigh . orang orang barat mengenalnya dengan nama Avempace.  Ibnu Bajjah merupakan sosok cendekiawan Andalusia dengan segudang bakatnya yang mengagumkan. Ia seorang saintis, filsuf, astronom, musisi, psikolog, lebih dari itu, ia juga merupakan seorang sastrwan dan penyair dengan puisinya yang mampu menggetarkan hati para pembaca.


Bakat kecerdasannya sudah terlihat sejak kecil. Bahkan sudah berhasil menghafalkan Al-Quran ketika memasuki usia remaja.  Keaktifannya di dunia organisasi mengantarkannya menjadi seorang politikus muda yang cemerlang, sehingga di angkat sebagai seorang mentri selama 20 tahun berturut – turut.


Hasil karyanya yang paling populer adalah Risalah al-Wida. Sebuah buku yang membahas tentang ketuhanan, kewujudan manusia, alam, bahkan uraian tentang pengobatan juga. Karya lain dari Ibnu Bajjah adalah kitab Tadbir al-Mutawahhid. Ibnu Bajjah mengungkapkan pandangannya tentang politik dan filsafat.

Nah itulah 4 Tokoh Cendekiawan Islam Andalusia Spanyol. Sebenarnya masih ada satu tokoh cendekiawan lagi, yakni Ibnu Rusyd, namun akan ApaYang.Site bahas di artikel selanjutnya. Semoga artikel ini bermanfaat. 
Apa Yang Seharusnya Sejarah

Dapatkan Artikel Menarik Setiap Harinya!

  • Info menarik seputar Life, Sains, dan Sejarah.

0 Response to "Tokoh Cendekiawan Islam Andalusia Spanyol Yang Harus kamu Tahu"

Post a Comment

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.