Hubungan Aceh dengan Turki Utsmani

Hubungan Aceh dengan Turki Utsmani

Gambar oleh Khusen Rustamov dari Pixabay


Masa masa kejayaan Kerajaan Islam di indonesia saat ini sudah pudar dan semakin memudar. Padahal dulu kerajaan islam menguasai negara negara islam, namun sekarang negara negara islam berdiri tanpa adanya kerajaan islam. Dalam artian negara tersebut mendapat title “ negara islam “ tapi agama islam di negara tersebut seolah hanya sebatas agama sebagai pelengkap. Kita harus mengembalikan kejayaan islam di negara islam seperti dulu sebelum istilah negara dibuat dan diterapkan.

Apa yang membuat islam kuat di nusantara pada saat itu? Yaitu eratnya hubungan antar kerajaan islam diseluruh dunia. Kita mulai dari ujung barat indonesia, Hubungan Aceh dengan Turki Utsmani.

Hubungan antara Aceh dengan Kesultanan Ottoman (sekarang negara Turki) terjadi dalam bidang alat perang. Sebagaimana pelatih militer Ottoman membantu Aceh ketika melawan Portugis. Menurut Guru Besar IAIN ar-Raniri, M. Hasbi Amruddin, komunikasi intensif antara Turki dengan Kesultanan Aceh dibidang kemiliteran dan budaya. Menurut aktivis kebudayaan di pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (puKAT) Thayeb loh Angen, hubungan erat Aceh dengan Turki masih tersisa hingga kini.

Pada abad ke-16 kondisi Aceh genting dengan jatuhnya Kerajaan Samudera Pasai sehingga kerajaan kecil di sekitarnya membentuk federasi dan mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Aceh Darussalam. Kondisi itu ditambah dengan datangnya tentara portugis ke Aceh. Aceh mencari dukungan pada Kerajaan Turki Ottoman agar membantu kondisi Aceh melawan Portugis. Sosiolog muslim dari Istanbul , Turki, Dr. Mehmet Ozay dalam bukunya Kesultanan Aceh dan Turki Antara Fakta dan Legenda yang diluncurkan pada 26 Desember 2013 menegaskan, sultan ketiga Kerajaan Aceh Darussalam, Sultan Ali Mughayat Syah al-Qahharmengirim utusan bernama omar dan Hussain untuk menemui pejabat kesultanan Ottoman pada 7 januari 1565 dengan membawa sejumlah komoditas berharga. Peristiwa itu disebut lada sicupak.

Utusan Aceh tiba di Konstantinopel Turki tatkala pimpinan Pasukan Turki Sulaiman berperang melawan Hungaria di Szigetwar di eropa Timur, meski Sulaiman tewas di medan laga. Menanti berakhirnya perang, utusan Aceh menghidupi dirinya di turki dengan dengan menyewa tempat dengan modal menjual komoditas yang ia bawa dari Aceh yang semula untuk hadiah pemerintahan Turki. Selama dua tahun di Turki, pada 1568 utusan Aceh menghadap penguasa Turki Selim II, putra sultan Sulaiman dengan membawa sisa bekal dari Aceh karena terjual untuk biaya hidup berupa secupak (segenggam) lada.

Selim II dalam pertemuan memberi  bantuan pada Aceh berupa meriam yang disebut dengan meriam lada secupak, tentara, dan kapal. Kedatangan tentara turki di Aceh melatih rakyat Aceh untuk taktik perang. Sedangkan 2eberadaan meriam Lada Secupak dilindungi Aceh hingga perang perang dengan belanda pada 1874.

Bantuan tentara turki kepada Aceh mampu menghalau portugis di Aceh, meski tatkala belanda menyerang Aceh, kondisi Turki sedang mengalami kemunduran sehingga tidak bisa memberi bantuan militer. 

Terdapat makah tokoh Turki di Aceh yakni Tengku Di Bitay. Hubungan Aceh dengan Turki masih harmonis seperti dulu. Hingga pada 2004 perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan berkunjung langsung ke Aceh untuk membantu korban tsunami dengan membangun sekolah Fatih dan beasiswa pemuda Aceh yang studi S.1 hingga S.3 di Turki.

Begitulah hubungan erat antara Aceh dengan Turki. Semoga hubungan tersebut bisa berlangsung selamanya dan saling bermanfaat bagi Aceh dan Turki supaya bisa menjadi contoh kerajaan lain.


Sumber Referensi “ Menulis Sejarah dan Membingkai Sejarah Islam – Dr. Moh. Rosyid M.pd, M.Hum
 
Sejarah

Dapatkan Artikel Menarik Setiap Harinya!

  • Info menarik seputar Life, Sains, dan Sejarah.

2 Responses to "Hubungan Aceh dengan Turki Utsmani"

  1. baru tau klo aceh punya hubungan sama turki

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu kerajaan Aceh Darussalam sekat dengan kesultanan turki gan

      Delete
Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.