Yang Seharusnya Dilakukan Untuk Meredam Marah

Yang Seharusnya Dilakukan Untuk Meredam Marah
 

Marah merupakan luapan emosi karena suatu hal atau perbuatan yang tidak sepantasnya terjadi, bisa karena dihina, suatu perbuatan yang membuatnya rugi seperti ditipu. Hal yang wajar bagi manusia untuk marah, akan tetapi marah juga tidak boleh terus-terusan, karena hal itu hanya membuang-buang waktu, tenaga, pikiran, apalagi banyak kejadian yang merugikan disebabkan tidak bisa dikontrolnya pikiran karena amarah yang begitu berapi-api.

      Karenanya, kita harus mampu meredam amarah, apalagi sebagai orang islam, nabi Muhammad S.A.W selalu menganjurkan untuk tidak marah dalam banyak sunnatnya.  Seperti pada hadits riwayat imam Ahmad. “ Dari Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah SAW, “ ya Rasulullah, apa yang bisa menjauhkan saya dari murka Allah ‘Azza wa Jalla ?” Rasulullah SAW bersabda, “jangan marah”. [HR. Ahmad juz 2, hal. 175]

      Dari hadits diatas kita tahu bahwa menahan marah dapat menjauhkan kita dari murka Allah, akan tetapi sebagai manusia biasa terkadang kita lupa untuk menahan marah. Untuk itu ada bebera tips untuk menahan marah menurut ajaran islam.

PERTAMA

     Mengucapkan “ A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim” hal ini berdasar kan hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim pada kitabnya sahih Muslim hal juz 4 halaman 2015. “ Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkan pastilah hilang marah itu darinya. A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.”

KEDUA

      Diam dan Jaga Lisan. Ketika orang sedang marah maka otak akan sulit dikontrol akibatnya keluarlah kata kata kasar, kata cacian makian yang hanya akan menambah dosa. Maka, ada baiknya ketika sedang marah berusaha untuk diam dan menjaga lisan. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW;
     Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda “jika kalian marah, diamlah. “ (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Armauth menilai hasan lighairih)

KETIGA

      Mengambil Posisi Lebih Rendah. Kebanyakan orang marah akan berdiri, karena dengan berdiri maka orang yang dimarahi akan takut dan tidak melawan. Karena itulah Rasulullah SAW memberikan saran bagi orang yang sedang marah untuk mengambil posisi yang lebih rendah. Seperti yang Rasulullah SAW sabdakan;
     Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW menasehatkan “apabila kalian  marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendaknya dia mengambil posisi tidur” (HR. Ahmad 21348, Abu Dawud 4782).

      Hal yang logis sekali bukan. Ketika orang marah dan dalam posisi berdiri, maka orang itu punya peluang lebih banyak untuk memukul, melempar barang dan lainnya, maka dari itulah Rasulullah menyuruh untuk duduk. Ketika duduk masih belum bisa menahan marah maka posisi tidur adalah pungkasnya. Karena dengan posisi tidur maka seseorang tidak bisa melakukan hal yang bisa dilakukan ketika berdiri, ditambah lagi ketika orang dalam posisi tidur maka syaraf tubuhnya akan menjadi lebih rilex.

KEEMPAT

      Berwudlu. Mengapa berwudlu?, secara marah merupakan hasutan dari syaithon, syaithon akan berusaha membuat orang marah semakin menjadi-jadi. Maka berwudlu akan menghapuskan syaithon dari tubuhnya, karena syaithon terbuat dari api, tentu akan padam jika disiram dengan air, terlebih dalam berwudlu kita berniat kepada Allah terlebih dahulu dan membaca basmalah.

      Ada hadits dari Urwah As-Sa’di yang mengatakan, “sesungguhnya, marah itu dari syaithon, dan syathon diciptakan dari api, dan api bisa padam dengan air. Apabila kalian marah, maka hendaknya dia berwudlu” (HR. Ahmad 17985 dan Abu Dawud 4784).

Nah itulah 4 tips untuk meredam amarah yang bersumber dari sunnat Nabi Muhammad SAW. Semoga kita bisa menahan amarah. Amiin.

Jangan Lupa Share Ya!
Dan Juga Berkomentar
Apa Yang Seharusnya Life

Dapatkan Artikel Menarik Setiap Harinya!

  • Info menarik seputar Life, Sains, dan Sejarah.

4 Responses to "Yang Seharusnya Dilakukan Untuk Meredam Marah"

Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.